KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang telah melimpahkan Rahmat dan
Kuasa-Nya, sehingga penulis dapat mengerjakan tugas Bahasa Indonesia tentang
pelajaran menyusun karya ilmiah ini dengan judul “Dampak Menonton Televisi”. Karya ilmiah ini saya kerjakan sebagai
tugas pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX semester genap T.A 2013/2014, dengan
harapan dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Melalui
kesempatan ini juga, saya sebagai penulis menyampaikan rasa hormat dan
terimakasih saya pada:
1.
Ibu A.J Sitinjak sebagai guru Bahasa
Indonesia, karna telah mengajar dan memberi tugas ini sebagai bahan pembelajaran
kepada penulis.
2.
Kedua orang tua saya, yang telah
membimbing, mendorong dan memberi arahan, nasehat dan inspirasi, dan juga
sebagai narasumber sehingga penulis termotifasi mengerjakan tugas ini.
3.
Teman-teman saya, baik teman sekolah dan
teman di lingkungan sekitar yang menjadi sampel dan narasumber bagi penulis untuk mengerjakan tugas ini.
Saya
sebagai penulis menyadari bahwa dalam
penulisan karya ilmiah ini, banyak terdapat kekurangan, oleh karna itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pihak pembaca.
Akhir
kata, saya Donni Wasington Napitupulu sangat berharap, semoga karya ilmiah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca ataupun pihan yang membutuhkan.
Pematangsiantar, 13 Januari 2014
Penulis,
Donni
Wasington Napitupulu
..i..
DAFTAR ISI
Halaman
Judul…………………………………………………………………………………….…......i
Kata
Pengantar……………………………………………………………………………….................ii
I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………..……….1
1.1
Latar Belakang………………………………………………………………………....……2
1.2
Pembatasan
Masalah………………………………………………...……………….……...2
1.3
Perumusan
Masalah…....……………………………………………………………………2
1.4
Metode dan Teknik
Penelitian…………………………….........……………………………2
1.5
Tujuan……………………………..………………………………………………………..2
II
PEMBAHASAN…..............................................................................................................................3
2.1
Pengertian …………………………………………....………….……………………..…..3
2.1.1
Dampak.........…………………………………………………………………….3
2.1.2
Menonton…………………………………....……………………………………3
2.1.3
Televisi…………………………………………………..………………………..3
2.2
Penyebab………………………………………………………………………………...…4
2.3
Dampak…………………...........................................……………………………………..5
2.3.1
Positif………………………………………………………………………….….5
2.3.2
Negatif…………………………………………………………………….….…..6
2.4
Solusi…………………………………………………………………………………….....8
III
PENUTUP…………………………………………………………………………………..………9
3.1
Kesimpulan……………………………………………………………………………...….9
3.2 Saran
………………………………………………………………………...............……9
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………....………………10
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Televisi merupakan suatu alat elekronik yang sangat
diperlukan sebagian besar manusia, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua dan
kalangan lainnya. Bahkan, televisi
bukanlah lagi dianggap sebagai barang mewah, karena di era modern ini,
televisi semakin mudah terjangkau.
Karna dengan adanya televisi, setiap orang dapat memperoleh informasi yang cukup
luas, bukan hanya dari daerah sendiri dimana seseorang tinggal, ataupun dari Negara
sendiri, namun berita di seluruh dunia sekalipun juga dapat diperoleh dengan
cepat.
Namun tanpa kita sadari, televisi mempunyai banyak sekali
dampak positif dan bahkan dampak negatifnya bagi perkembangan
seseorang,terutama agi anak-anak. “Karna televisi sebenarnya hanya cocok dan
baik untuk ditonton pada usia tertentu saja.”
TV memang
berfungsi sebagai media informasi, hiburan dan pendidikan. Tapi bila hobi
menonton TV dilakukan hingga menghabiskan waktu seharian, maka TV bisa menjadi
sumber berbagai penyakit. Beberapa penelitian menemukan bahwa kebiasan
berlama-lama duduk di depan TV bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Bila
dilakukan secara tidak terkontrol dan berlebihan, menonton TV bisa dikaitkan
dengan sejumlah masalah kesehatan fisik dan mental. Pada karya ilmiah ini juga akan dibahas
mengenai beberapa masalah kesehatan yang
terkait dengan kebiasaan menonton TV secara berlebihan.
Apalagi pada anak-anak terutama usia batita merupakan usia
yang sangat mudah sekali terpengaruh perkembangan suatu teknologi seperti
televisi. Dan dapat berpengaruh menurunkan kemampuan anak untuk membaca,
bahkan penurunan sistem memori atau daya ingat anak-anak. Batita yang semasa
kecilnya sangat menyukai televisi, diperkirakan mempengaruhi proses tumbuh
kembangnya.
Oleh karena itu alasan saya membahas materi ini adalah
untuk memberitahu kepada pembaca tentang dampak-dampak televisi , baik dampak
positif maupun dampak negatif bagi
perkembangan diri seseorang.
..1..
1.2
Pembatasan masalah
Penulis membuat Karya ilmiah ini untuk membahas tentang
Dampak positif dan negatif menonton televisi, penyebab dampak-dampak negatif
televisi dan solusi yang tepat untuk
menghadapi dampak negative televisi.
1.3 Perumusan masalah
-Apa
saja dampak-dampak menonton televisi ?
-Apa
saja penyebab dampak-dampak televisi tersebut?
-Bagaimana
solusi yang tepat untuk mengatasi dampak negative tersebut?
1.4 Metode dan teknik penelitian
·
Metode pengamatan
langsung :
Dengan metode ini,penulis langsung mengamati di lapangan
tentang masalah yang dibahas, untuk mengetahui
apa saja dampak, penyebab dan solusi menonton televisi. Termasuk juga
memperhatikan siaran-siaran yang disiarkan oleh stasiun televisi.
·
Metode wawancara:
Penulis melakukan metode wawancara untuk memperoleh
gambaran tentang masalah yang dibahas secara disadari atau tidak. Wawancara
yang dilakukan oleh penulis melalui responden/narasumber, meliputi: guru, orang
tua, teman-teman dan masyarakat
·
Metode membaca (studi pustaka):
Penulis membaca tulisan, wacana
dan berita yang berhubungan dengan
masalah. Penulis mencari informasi dari: buku-buku perpustakaan, buku
pembelajaran di sekolah, maupun mencari artikel di internet yang berhubungan
dengan masalah yang akan dibahas.
1.5 Tujuan penelitian
Ø Sebagai tugas yang
telah diberikan oleh guru Bahasa Indonesia
Ø Untuk mengetahui dampak positif dan negatif menonton
televisi
Ø Untuk mengetahui faktor penyebab adanya dampak negatif bagi
anak-anak menonton televisi
Ø Untuk mengetahui solusi/tips yang tepat untuk mengurangi kecanduan
(dampak negatif) menonton televisi
..2..
II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
2.1.1
Dampak
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dampak adalah pengaruh
atau akibat yang ditimbulkan oleh suatu hal, berupa hal positif maupun negatif
yang dapat menimbulkan suatu perubahan dan berpengaruh terhadap kehidupan.
Dampak yang dibahas kali ini mengarah
pada tontonan televisi, internet, handphone dan teknologi lainnya.
2.1.2 Menonton
Menonton berasal dari kata tonton yang
artinya melihat dengan alat visual dapat berupa pertunjukan, gambar hidup,
ataupun siaran televisi.
2.1.2 Televisi
Televisi adalah suatu
barang elektronik yang dapat disajikan melalui siaran stasiun dengan media
gelombang, dan merupakan media yang multifungsi dan sangat banyak manfaatnya Seperti: sebagai sarana hiburan, media
informasi dan pengenalan produk-produk barang atau jasa(iklan).
Televisi pertama
ditemukan oleh Vladimir Zworikykin pada tahun 1929,dari Amerika. Dan sekarang,
Televisi merupakan barang yang sudah sangat banyak dimiliki oleh banyak orang
dimanapun berada. Bahkan di pelosok pedesaan sekalipun, televisi adalah hal
yang sangat umum ditemukan.
Jadi, Dampak Menonton Televisi
berarti pengaruh yang dapat ditimbulkan akibat melihat dan memperhatikan siaran
yang disajikan oleh stasiun televisi, baik pengaruh positif maupun negatif.
..3..
2.2 Penyebab
Ada beberapa penyebab munculnya dampak menonton
televisi:
- Alat Komunikasi yang Semakin Canggih
Dengan komunikasi yang semakin canggih, masyarakat sudah menganggap televisi sebagai
hal yang biasa ditemukan dengan tidak berlu banyak biaya. Hal ini yang
menyebabkan masyarakat tidak lagi menganggap televisi sebagai hal
yang langka.
- Masyarakat yang ingin
mengetahui berita terkini
Masyarakat lebih mudah mengetahui berita-berita internasional dengan mudah dengan hanya
menonton berita di televisi. Hal ini menyebabkan televisi semakin banyak
ditonton.
- Pengaruh lingkungan dengan
adanya acara-acara di televisi yang
lagi ngetren
Dengan adanya acara-acara yang lagi ngetren (banyak
ditonton orang) seperti acara YKS, masyarakat menjadi terpengaruh dengan acara
yang disiarkan.
- Kurangnya aktivitas sehingga
bermalas-malasan menonton televisi
Dengan tidak adanya kegiatan, masyarakat menjadi lebih suka
bermalas-malasan. Hal inilah yang menyebabkan penyakit, seperti
obesitas(kegemukan).
- Tidak suka (kurang) membaca buku
Denga kebiasaan menonton televisi, seseorang akan menjadi
malas membaca, sehingga televisi menyebabkan seseorang semakin malas membaca.
- Ingin termotifasi oleh orang
–orang sukses yang disiarkan di TV
Banyak acara-acara televisi yang menyajikan kiat sukses
seseorang. Hal tersebutlah banyak orang yang termotifasi dan menonton acara
tersebut.
- Orang tua yang kurang bijak
mendidik anaknya
Banyak orang tua yang tidak mendidik anaknya dengan bijak,
seperti: tidak membimbing anaknya dan
tidak mengawasi anaknya ketika menonton televisi.
- Televisi yang diletakkan
didalam kamar anak
Anak yang memiliki televisi tersendiri di dalam kamar, akan
menjadikan anak merasa bebas dan sulit terpantau orangtua.
- Berlangganan channel tambahan
Orangtua yang menediakan channel tambahan, akan membuat
lebih lama menonton televisi.
Jadi, penyebab dari Dampak Menonton Televisi
itu sangat beragam, mulai dari penyebab yang memberikan dampak positif, maupun penyebab
memberikan dampak negatif .
..4..
2.3
Dampak
2.3.1
Positif
·
selalu menyajikan berita up to date
Berita yang disiarkan di televisi tentunya membuat tidak akan
ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas secara cepat.
·
Memiliki wawasan yang luas
Seorang anak yang sering menonton televisi memiliki wawasan yang lebih
luas di banding anak-anak yang tidak menonton TV. Teori itu sangatlah masuk
akal, karena banyak sekali stasiun televisi menggarap tema edukatif seperti
menyiarkan film dokumenter sejarah, flora fauna, sain dan lain sebagainya,
·
Menyegarkan otak
Dengan menonton beragam tayangan hiburan yang disajikan oleh stasiun
televisi otak dapat lebih tenang dengan menonton televisi. Mulai dari acara
kuis, film, sinetron, atau hiburan-hiburan yang lain. Yang paling dirasakan
adalah ketika ada gelaran olah raga skala internasional seperti World Cup atau
Euro Cup, tak perlu pergi jauh-jauh ke luar negeri untuk melihat langsung
pertandingan sepak bola, cukup nonton tv saja dari rumah, disiarkan secara
langsung dan gratis tanpa perlu keluar
uang.
·
Membantu anak batita mudah
dalam membaca
Karena tayangan televisi menampilkan sat stimulasi (suatu rancangan,
kecenderungan, atau dorongan) yang baik dalam perkembangan anak.
·
Televisi sebagai motifator
Kita dapat mencontoh kesuksesan seseorang, apabila yang ditayangkan
didalamnya seputar orang-orang sukses atau orang berhasil karna prestasinya.
Jadi, televisi mempunyai dampak positif yang sangat
bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
..5..
2.3.2 Negatif
-Menurunkan perkembangan otak dan semangat belajar
Terhadap
perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan perkembangan
bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambat
kemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan
agresivitas dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan
antara realitas dan khayalan. Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat
ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.
- Mendorong anak menjadi konsumtif
Anak-anak
merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi
konsumtif karena tayangan iklan-iklan
produk menarik bagi anak-anak.
-Berpengaruh terhadap Sikap
Anak
yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar
kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi
berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama
dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan
dapat terbawa hingga mereka dewasa.
- Membentuk pola pikir sederhana dan mengurangi konsentrasi
Terlalu
sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola
pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan
mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan
kognitifnya.Rentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis
seperti acara
dari iklan ke iklan, akan dapat
membatasi daya konsentrasi anak.
- Mengurangi kreativitas
- Mengurangi kreativitas
Dengan
adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yang
individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal
memencet remote control dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan,
seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan
menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak
dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak
tidak kreatif.
-Meningkatkan kemungkinan obesitas
(kegemukan)
Menonton TV terlalu lama sama dengan
banyak duduk yang berarti tidak ada gerakan otot. Selain itu, kurangnya
aktivitas fisik akibat terlalu lama menonton TV bisa berakibat penimbunan lemak
dan kolesterol yang bisa memicu terjadinya obesitas dan serangan jantung di
usia muda. Kita biasanya tidak berolahraga
dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu senggang untuk menonton TV. Penelitian
membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV, lebih banyak mereka mengemil
di antara waktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung
mempengaruhi orangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut.
..6..
- Merenggangkan hubungan antar
anggota keluarga
Kebanyakan
anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk bercengkrama
bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan dengan TV. Banyak keluarga
menonton TV sambil menyantap makan malam, yang seharusnya menjadi ajang
’berbagi cerita’ antar anggota keluarga. Sehingga bila ada waktu dengan
keluarga pun, kita menghabiskannya dengan mendiskusikan apa yang kita tonton di
TV. Rata-rata, TV dalam rumah hidup selama 7 jam 40 menit. Yang lebih
memprihatinkan adalah terkadang masing-masing anggota keluarga menonton acara yang
berbeda di
ruangan rumah yang berbeda.
- Matang secara seksual lebih cepat
- Matang secara seksual lebih cepat
Banyak
sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu anak
menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang tidak pantas
baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak pantas untuk usia
anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual lebih cepat dari
seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, mereka
memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan apa yang mereka lihat.
Akibatnya seperti yang sering kita lihat sekarang ini, anak menjadi pelaku dan
sekaligus korban perilaku-perilaku seksual. Persaingan bisnis semakin ketat
antar Media, sehingga mereka sering mengabaikan tanggung jawab sosial, moral
& etika.
-Gangguan
tidur Terlalu lama
Terutama saat
menonton acara yang berbau mistis atau horror.Gangguan yang lain akibat terkena
cahaya dari pesawat TV dapat mengurangi kadar hormon otak, yang biasanya
meningkat di malam hari saat pencahayaan mulai berkurang. Menonton TV terlalu
lama terutama di malam hari dapat mempengaruhi irama alami tubuh, membuat mudah
terjaga, membuat tidur yang tidak teratur dan kelelahan ekstrim. Pengurangan
tingkat melatonin juga dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.
-Mata menjadi
kabur
Menonton TV
terlalu banyak tidak baik untuk mata, terutama saat menonton TV di ruangan
gelap. Fokus mata terlalu panjang pada setiap objek bisa menyebabkan ketegangan
mata. Televisi memancarkan sinar biru yang juga dihasilkan oleh matahari. Namun
sinyal biru itu berbeda dengan sinar ultra violet. Sinyar biru tak membuat mata
mengedip secara otomatis. Lebih parahnya
lagi,sinyal biru masuk ke retina tanpa difilter, sehingga memicu terjadinya
radikal bebas dan melukai fotokimia retina anak. Ketika anak sudah dewasa atau
sepuluh tahun kemudian,kerusakan yang ditimbulkan sinar biru terlihat amat
jelas. Retina mata tak bening sesehat seperti masa kanak-kanak sehingga
kemampuan mata untuk berfungsi menjadi berkurang.
Jadi, dampak negatif menonton
televisi juga dapat menyebabkan pengaruh buruk terhadapseseorang, terutama pada
anak-anak, berupa dampak kesehatan, baik kesehatan fisik maupun mental.
...7..
2.4 Solusi
- Pindahkan TV ke tempat yang tidak begitu ‘mencolok’.
- Matikan TV pada waktu makan.
- Tentukan hari-hari apa saja dalam seminggu yang akan
dilalui tanpa TV.
- Jangan gunakan kesempatan menonton TV sebagai hadiah.
- Berhenti berlangganan channel tambahan dan gunakan
uangnya untuk
membeli hal-hal yang berguna lainnya, seperti buku.
- Pindahkan TV dari kamar anak Anda.
- Sembunyikan remote
control-nya.
- Tidak ada TV di hari sekolah.
- Biasakan menonton televisi tidak terlalu dekat (jangan
seperti gambar pada lampiran), usahakan jarak menonton sekitar 3 meter
dari televisi.
Untuk menjalin hubungan yang lebih
menyenangkan dalam keluarga dan masyarakat, berikut adalah beberapa aktivitas
yang dapat dilakukan untuk mengurangi waktu menonton televisi:
- Pergi ke perpustakaan atau ke toko buku terdekat,
- Bercocok tanam,
- Bermain,
- Menulis surat,
- Jalan-jalan,
- Berenang,
- Bersepeda,
- Mendengarkan radio atau membaca koran,
- Memasak bersama ibu,
- Bikin lomba antar RT,
- Berolahraga,
- Bakti sosial,
- Merapikan rumah dan halaman,
- Mengikuti les,
- Bercengkrama dengan keluarga,
- Belajar,
- Mengerjakan keterampilan tangan,
- Ke kebun binatang atau museum,
- Dan lain-lain...
Jadi,
dengan TV dalam keadaan mati, kita jadi memiliki kesempatan untuk berpikir,
membaca, berkreasi dan melakukan sesuatu. Untuk menjalin hubungan yang lebih
menyenangkan dalam keluarga dan masyarakat. Mengurangi waktu menonton TV
membuat kita mempunyai lebih banyak waktu untuk bermain di luar, berjalan-jalan
atau melakukan olahraga yang kita senangi.
..8..
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ternyata menonton televisi
mempunyai banyak sekali dampaknya,baik dampak positif dan negatif. Namun
televisi lebih banyak mengandung dampak negatif dibandingkan positifnya.
Terlebih lagi televisi lebih terpengaruh oleh perkembangan anak batita (bayi
tiga tahun). Dan dampak tersebut tidak lepas dari penyebab dari dampak masalah
tersebut. Peran guru, pemerintah, produser film, terutama orang tua sangatlah
diperlukan dalam menghadapi masalah ini.
3.2 Saran
¯ Bagi
orang tua:
Saran
penulis agar orangtua dapat meningkatkan perhatian kepada anak-anaknya yang
dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
Terutama orang tua yang mrmiliki anak pada usia 3-5 tahun, harus lebih
perhatian dan mewaspadai tayangan yang akan ditonton oleh anak-anak. Dan jangan
menempatkan televisi di dalam kamar.
¯ Bagi
guru:
Agar guru yang berperan mendidik dan
mengajar anak didiknya supaya mengajarkan dan menganjurkan siaran-siaran
televisi yang bagus dan cocok ditonton pada usia siswanya.
¯ Bagi
pemerintah
Saran
saya supaya pemerintah dapat bertindak tegas dalam perkembangan dunia film
Indonesia, dengan menyeleksi dengan ketat terhadap siaran tersebut, serta
menentukan jam tayang khusus bagi siaran anak-anak.
¯ Bagi
Produser film
Saran saya agar produser film membuat
atau menciptakan filn dengan banyak mengandung unsur positifnya, seperti:
mengandung nilai moral, nilai keagamaan, dan nilai lainnya demi kebaikan
penonton.
..9..
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan.2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi
ketiga. Jakarta:Balai Pustaka
http://dee-belajar.blogspot.com/2013/05/cara-menulis-karya-ilmiah.html
http://info-habib.blogspot.com
IKIP Bandung.199.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.IKIP
Bandung.
Restuti,E.Kosakih dkk:2006.Evaluasi Mandiri untuk
SMP/MTs Kelas IX Jilid 3. Jakarta:Erlangga
Umami, DR Ida. 2010. Perkmbangan Peserta Didik.
www.google.com
Trianto.2003.Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Bandung:Balai Pustaka
www.google.com
www.
ikatan dokter anak Indonesia.com
www.psikologanak.com






0 komentar:
Posting Komentar